Perjuangan Sunan Kalijaga

Pada saat giat-giatnya para Walisongo berjuang menyiarkan agama Islam, maka Sunan Kalijaga yang termasuk di dalamnya tidak ketinggalan untuk bangkit memperjuangkan syiar dan tegaknya agama Islam, khususnya di tanah Jawa. Beliau termasuk kalangan mereka para Wali yang masih muda, tetapi mempunyai kemampuan yang luar biasa, baik kecerdasan dan ilmu-ilmu yang dimiliki, maupun kondisi umur dan tenaga yang masih muda bila dibanding-kan dengan yang lainnya.

 

Ternyata Sunan Kalijaga di dalam gerak perjuangannya tidak lepas dari penugasan khusus dan bimbingan yang diberikan oleh para sesepuh Walisongo, misalnya bimbingan yang diberikan oleh Sunan Ampel dan Sunan Bonang di samping dari pihak Kesultanan Patah di Demak. Beliau mendapatkan tugas terutama untuk menggarap rakyat di daerah-daerah yang rawan tata kerama, rawan tata susila dan masih kuat dipengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan agama Hindu dan Budha serta masih melakukan kebiasaan-kebiasaan warisan nenek moyang mereka. Karena itu Sunan Kalijaga benar-benar membanting tulang tidak hanya me­lakukan dakwah di suatu daerah saja, melainkan hilir mudik, keluar masuk hutan dan pegunungan, siang malam terus melakukan tugasnya itu. Beliau terus keliling dari daerah satu ke daerah yang lainnya, sehingga terkenal se­bagai "Muballigh Keliling".

 

Selain itu Sunan Kalijaga telah mampu menciptakan cara-cara khusus di dalam menyampaikan ajaran agama isiam kepada rakyat, tidak sebagaimana yang ditempuh oleh yang lainnya. Beliau memberanikan diri bertabligh atau berdakwah dengan melalui pertunjukan kesenian berupa "Wayang" lengkap dengan gamelannya. Sedangkan cerita-cerita yang ada di dalam lakon pewayangannya itu diramu (dicampur halus) dengan butir-butir tuntunan agama Islam dan diselingi dengan syair-syair jawa yang mengandung ajaran agama Islam pula, sehingga rakyat yang menonton dan mendengarkan cerita wayang yang dipertunjukkan Sunan Kalijaga itu tidak merasakan bahwa dirinya sudah mulai kemasukan ajaran agama Islam.

 

Cara-cara dakwah Sunan Kalijaga yang semacam ini diterapkan dalam perjuangannya itu lantaran adanya pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut :

 

  1. Bahwa rakyat dan penduduk tanah Jawa pada saat itu masih kuat dipengaruhi oleh kepercayaan agama Hindu dan Budha atau juga oleh kepercayaan warisan nenek moyang mereka dahulu, sehingga tidak mungkin begitu saja mudah untuk dialihkan kepercayaannya. Karena itu haijus pelan-pelan memasukkannya ajaran agama Islam, tidak bisa melalui kekerasan.
  2. Bahwa rakyat di tanah Jawa pada saat itu masih kuat di dalam memegang adat-istiadat dan budaya nenek moyangnya, baik yang bersumber dari ajaran agama Hindu dan Budha, maupun kepercayaan animisme yang mereka yakini salama itu, sehingga tidak mudah merubah begitu saja terhadap adat-istiadat dan budaya tersebut, tetapi Sunan Kalijaga justru membiarkan adat-istiadat dan budaya ter­sebut tetap berjalan di tengah-tengah mereka, hanya saja sedikit demi sedikit adat-istiadat dan budaya itu dimasuki dengan ajaran agama Islam, baik yang menyangkut hakekat (tauhid) maupun syariah serta akhlaqul karimah.

 

Dengan pertimbangan keadaan rakyat yang seperti itu maka Sunan Kalijaga harus berpikir untuk menemukan cara yang paling tepat. dalam perjuangan mengajak mereka memeluk agama Islam, maka ditemvkanlah jalan yaitu bertabligh dengan menyuguhkan "kesenian wayang" yang saat itu sedang digemari oleh masyarakat di tanah jawa ini.

 

Tidak hanya cara itu saja yang ditempuh oleh Sunan Kalijaga,  tetapi beliau bahkan sering bercampur-bawur dengan rakyat yang boleh dikatakan masih "abangan". Demikian menurut berita rakyat yang bisa diterima. Suatu saat beliau bercampur dengan orang-orang yang masih kotor pribadinya dari prilaku terpuji, misalnya orang-orang yang kesukaannya mengadu ayam, berjudi, meminum minuman keras juga terhadap orang yang pekerjaaannya mencuri dan lain sebagainya. Beliau bercampur dengan mereka itu sedikitpun tidak memperlihatkan "sikap fanatik" terhadap mereka melainkan justru Sunan Kalijaga membina dan membimbing mereka secara pelan-pelan menuju jalan yang benar sesuai dengan tuntunan ajaran agama Islam. Akhirnya prilaku rakyat yang semacam itu dapat dirubah oleh Sunan Kalijaga dengan tatanan tuntunan ajaran agama Islam, meskipun harus memutar otak dan membanting tulang. Mereka menjadi sadar, bahwa apa yang diperbuat semuanya itu telah merugikan dirinya dan dapat berakibat fatal ter­hadap rakyat banyak.

 

Sementara itu ada juga orang yang beranggapan, bahwa sikap dan prilaku Sunan Kalijaga yang sering terlihat "sok campur dengan orang-orang jelek, sok campur dengan orang-orang abangan" lalu memberikan penilaian dan bahkan memberikan sebutan sebagai "Wali Abangan". Berdasar cerita di atas tadi, maka sebutan dan anggapan tersebut adalah "tidak benar", karena apa yang diperbuat oleh Sunan Kalijaga seperti itu sesungguhnya merupakan sikap menjalankan perintah dari Walisongo bukan karena sikap laku dirinya lantaran kebodohannya.

 

Hampir seluruh masa hidup Sunan Kalijaga benar-benar dipergunakan untuk berjuang demi syiarnya agama Islam, khususnya di tanah Jawa sebagaimana para Wali yang lainnya. Akhirnya beliau wafat, sayang sampai sekarang belum ada ahli sejarah satupun yang dapat menemukan tahun wafatnya. Bahkan juga tahun kelahiran beliau hanya ada berita-berita dari rakyat yang menyatakan bahwa Sunan Kalijaga wafat setelah berumur panjang sekali, se-hingga pada masa hidupnya dapat mengalami masa kekuasaan 3 (tiga) kerajaan, yaitu :

        

  1. Pertama Masa kekuasaan kerajaan Majapahit.
  2. Kedua Masa kekuasaan kerajaan Demak.
  3. Ketiga Masa kekuasaan kerajaan Pajang.

 

Sampai sekarang hanya bisa diketahui makamnya, yaitu di desa "Kadilangu" Kab. Demak, kurang lebih 2 (dua) km. dari Masjid Agung Demak.

 

Alamat Kantor


Perum Pankis Griya - Rumah No.1

Jl. Pakis Raya, RT.01/06, Jepang Pakis

Jati, Kudus, Jawa Tengah,

Indonesia - 59342

 

 

Call Center 1


Telepon & SMS: 085712999772

 

WhatsApp: 085712999772

 

Email: spiritualpower88@gmail.com


 

 

Call Center 2


Telepon & SMS: 082223338771


WhatsApp: 082223338771


Email: bagianpemesanan@gmail.com

 

Untuk respon cepat silahkan

Telepon/SMS

 

*Note : Kode area Indonesia (+62)

Contoh : +6285712999772

 


 

Hari dan Jam Kerja

Call Center Kami


Senin-Sabtu, pukul 08:00-22:00 WIB

Sebelum datang, harap telepon dulu.

 

 

Praktek Supranatural Resmi


Terdaftar di Dinas Kesehatan & Kejaksaan

STPT DINKES: 445/515/04.05/2012

KEJARI: B-18/0.3.18/DSP.5/12/2011

 

Lihat Bukti Legalitas - Klik Disini